LELUCON Andrea Hirata
Andrea Hirata seorang penulis yang tekenal, penulis tetralogi novel Laskar Pelangi yang amat tersohor ternyata memiliki sisi humor yang bagus dan imajinatif hal ini dibuktikan dalam novel dwilogi terbarunya yang berjudul Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas.
Percayakah anda..?
Berikut sedikit kutipan dialog dalam novel tersebut. Dan saya jamin anda akan tertawa terpingkal-pingkal, jika tidak berari anda termasuk dalam orang gila no-100.
Kutipan ini di ambil dari Bab “Buku Besar Peminum Kopi”. Pada bab
ini Ikal yang akhirnya jadi jongos warung kopi meski telah belajar
sampai ke luar negeri dan dengan menggunakan teori Doktor Hofstede,
ilmuwan Belanada yang ciamik itu, berhasil membuat sebuah kesimpulan
yang sangat ilmiah tentang para peminum kopi. Berikut ini kesimpulannya.
Mereka yang memesan kopi sekaligus memesan teh – adalah mereka yang baru gajian.
Mereka yang memesan kopi tapi takut menyentuhnya – uang disakunya tinggal seribu lima ratus perak (harga kopinya)
Mereka yang tak menyentuh gelas kopi, tapi menyentuh tangan gadis pelayan warung – pemain organ tunggal.
Mereka yang minum dari gelas kosong seolah-olah ada kopi di dalamnya – sakit gila nomor 27
Mereka yang tidak minum kopi, tapi makan gelasnya – kuda lumping
Mereka yang mau ke warung kopi tapi gengsi – bupati
Mereka yang memandangi orang minum kopi – ajudan bupati
Mereka yang membuka warung kopi tapi tak laku – mantan bupati
Mereka yang memesan kopi sekaligus memesan teh – adalah mereka yang baru gajian.
Mereka yang memesan kopi tapi takut menyentuhnya – uang disakunya tinggal seribu lima ratus perak (harga kopinya)
Mereka yang tak menyentuh gelas kopi, tapi menyentuh tangan gadis pelayan warung – pemain organ tunggal.
Mereka yang minum dari gelas kosong seolah-olah ada kopi di dalamnya – sakit gila nomor 27
Mereka yang tidak minum kopi, tapi makan gelasnya – kuda lumping
Mereka yang mau ke warung kopi tapi gengsi – bupati
Mereka yang memandangi orang minum kopi – ajudan bupati
Mereka yang membuka warung kopi tapi tak laku – mantan bupati
Belum bisa membuat Anda tertawa? Baik. Mari kita teruskan olok-olok Ikal ini.
Mereka yang tidak membelikan kopi polisi – bukan kawan polisi
Mereka yang minum kopi dengan sedotan – bukan pacar biduan
Mereka yang menjual kopi dengan harga lebih dari sepuluh ribu rupiah – pemuja setan
Anak yang disuruh ibunya membeli kopi tapi pulang membawa terasi – waktu kecil pernah kena sawan.
Mereka yang minum kopi dengan sedotan – bukan pacar biduan
Mereka yang menjual kopi dengan harga lebih dari sepuluh ribu rupiah – pemuja setan
Anak yang disuruh ibunya membeli kopi tapi pulang membawa terasi – waktu kecil pernah kena sawan.
Pasti anda terpingkal-pingkal membaca kehebatan imajinasi konyol Andrea
ini. Sebagai orang yang suka dengan imajinasi konyol ala Srimulat apa
yang disampaikan Andrea ini benar-benar tak terperikan konyolnya.
Tapi ini belum selesai. Kita baca lagi.
Tapi ini belum selesai. Kita baca lagi.
Mereka yang mencuri gelas miliki warung kopi – pernah bersalaman dengan presiden
Mereka yang mengembalikan lagi gelas yang dicuri itu ke warung kopi – bodoh sekali
Mereka yang minum kopi merek ayam beranak – tidak ada karena tidak ada ayam yang beranak
Mereka yang pura-pura suka kopi – penerbit buku
Mereka yang minum kopi tapi tidak habis – penerjemah novel ke dalam bahasa Inggris
Mereka yang mengembalikan lagi gelas yang dicuri itu ke warung kopi – bodoh sekali
Mereka yang minum kopi merek ayam beranak – tidak ada karena tidak ada ayam yang beranak
Mereka yang pura-pura suka kopi – penerbit buku
Mereka yang minum kopi tapi tidak habis – penerjemah novel ke dalam bahasa Inggris
Andrea benar-benar mengolok-olok semua orang. Buku-bukunya memang
diterjemahkan kedalam beberapa bahasa dan salah satunya dalam bahasa
Inggris.
Bagaimana..??
Apakah anda puas dengn lelucon Andrea Hirata..??
Apakah Anda merasa bisa menandingi kehebatan Andrea Hirata dalam berimajinasi ala Srimulat ini? Jika iya. Coba untuk lanjutka lelucon ini sesuai kreativitas anda.
Apakah Anda merasa bisa menandingi kehebatan Andrea Hirata dalam berimajinasi ala Srimulat ini? Jika iya. Coba untuk lanjutka lelucon ini sesuai kreativitas anda.
Mereka yang minum kopi dengan mata terpejam?
Mereka yang minum kopi dengan muka cenberut?
Mereka yang mebawa gelas dengan tangan gemetar?
Mereka yang minum kopi dicampur tempe goreng?
Ya..saya rasa itu sudah cukup..
Tapi ingat jangan menjawab lelucon itu dengan pikiran yang biasa saja,gunakan imajinasi anda..
Source:
http://satriadharma.wordpress.com/2010/07/09/andrea-hirata-grandmaster-humor-di-atas-kesedihan/
dengan perubahan secukupnya


0 komentar:
Posting Komentar